Resep Chocolate Custard Cups (Gluten Free) & Talk Show di SweetToday dari Colatta
Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan pesan di Instagram, Mba Anna dari Colatta menawarkan saya untuk mengisi acara talk show pada launching produk baru mereka bernama Fineza. Dua tahun belakangan ini saya sebenarnya cukup sering mendapatkan penawaran untuk mereview satu produk atau restoran (yang sayangnya selalu saya tolak), namun menjadi pembicara di produk makanan terus terang adalah tawaran yang baru. Awalnya ajakan tersebut saya tolak, namun saya bersedia untuk mereview Fineza jika mereka mengirimkan sample coklatnya, dengan catatan mungkin membutuhkan waktu agak lama hingga review tersebut muncul di JTT.
Dua hari kemudian ketika membuka email, saya menemukan kembali penawaran dari Colatta tersebut di inbox, kali ini pengirimnya adalah Mbak Merta. Entah mengapa kali ini saya berubah pikiran, mungkin memang sudah saatnya saya memberanikan diri muncul dipublik dan berbicara mengenai food blog dan makanan. Lagipula rasa penasaran hendak melihat secara langsung sebuah launching produk mendera didada, dan mampu membuat saya keluar dari kenyamanan dibalik layar laptop dan keyboard. Untungnya saya sedikit memiliki bekal berbicara di depan umum karena pekerjaan sebagai investment trainer di kantor sebelumnya. Jadi walau awalnya sedikit grogi dan 'dug-dugan' namun ketika sudah berbicara maka satu hari pun saya bisa betah 'ngoceh' hingga berbusa-busa. ^_^
![]() |
| Acara Talk Show |
Hari Jumat, sample
coklat Fineza pun tiba di kantor. Mbak Merta memang meminta saya untuk
mencoba produk baru ini sehingga saya mendapatkan gambaran mengenai
tekstur, rasa dan bentuknya. Colatta bukanlah brand yang baru saya kenal, coklat compound-nya
sudah sangat sering saya pergunakan diberbagai aneka resep yang
dihadirkan di JTT, dan kerap saya rekomendasikan ketika ada pembaca
yang meminta saran mengenai merk dark cooking chocolate. Tiga hal yang saya sukai dari brand
ini adalah produknya sangat mudah ditemukan di supermarket, minimarket
dan toko bahan kue; dibandrol dengan harga terjangkau; serta memberikan
hasil yang memuaskan di makanan yang saya buat.
Karena coklat compound termasuk bahan makanan yang menurut saya penting di resep brownies, cake coklat, cookies, ganache, atau bahkan puding, maka saya biasanya membeli dalam kemasan besar 1000 gram dan menyimpan sisanya di chiller. Ternyata setelah saya membaca banyak artikel mengenai coklat compound dan penyimpanannya, cara yang saya lakukan ini salah. Coklat compound alias coklat blok, atau dark cooking chocolate sebaiknya disimpan di suhu ruang saja, dalam kontainer/wadah tertutup rapat, karena di dalam kulkas akan membuat coklat mengalami kondensasi (perubahan uap/gas menjadi cairan) dan menjadikan coklat berbutir-butir seperti pasir ketika dilelehkan. Nah yang menyenangkan dari Fineza adalah coklat compound ini hadir dalam ukuran 250 gram, terkemas cantik dalam plastik ungu semarak yang praktis. Ukuran kecil membuat kita mudah menyimpannya, tidak banyak meninggalkan sisa karena bisa dipakai maksimal sesuai resep.
Karena coklat compound termasuk bahan makanan yang menurut saya penting di resep brownies, cake coklat, cookies, ganache, atau bahkan puding, maka saya biasanya membeli dalam kemasan besar 1000 gram dan menyimpan sisanya di chiller. Ternyata setelah saya membaca banyak artikel mengenai coklat compound dan penyimpanannya, cara yang saya lakukan ini salah. Coklat compound alias coklat blok, atau dark cooking chocolate sebaiknya disimpan di suhu ruang saja, dalam kontainer/wadah tertutup rapat, karena di dalam kulkas akan membuat coklat mengalami kondensasi (perubahan uap/gas menjadi cairan) dan menjadikan coklat berbutir-butir seperti pasir ketika dilelehkan. Nah yang menyenangkan dari Fineza adalah coklat compound ini hadir dalam ukuran 250 gram, terkemas cantik dalam plastik ungu semarak yang praktis. Ukuran kecil membuat kita mudah menyimpannya, tidak banyak meninggalkan sisa karena bisa dipakai maksimal sesuai resep.
![]() |
| Cooking demo oleh 2 Chef dari Colatta |
Hari Sabtu, saya berjanji pada diri sendiri untuk mencoba si coklat Fineza. Ada satu resep bernama chocolate custard cup dari Martha Stewart yang sudah lama ingin saya coba. Dessert yang terlihat so creamy, lembut dan 'nyoklat' memang menjadi favorit saya, dan walau hari Valentine sudah lama lewat tetap oke dibuat untuk menyenangkan diri, hati dan mulut. Sayangnya pesanan 3 kilogram rendang dan 'segambreng' nugget serta udang kaki naga dari adik saya, Wiwin, telah menyita waktu di Sabtu tersebut, meninggalkan saya 'kelenger' pada jam lima sore kala mengirim semua makanan tersebut dengan jasa Go-Jek. Jam tujuh malam saya pun 'tepar' di kasur, tak mampu melakukan hal lainnya selain sibuk browsing menonton aneka video DIY handycraft di You Tube. Untungnya flu yang sejak Jumat mendera perlahan tersingkir setelah di bombardir dengan susu Bear Brand, You C1000, dan 2 butir Panadol.
Hari Minggu pagi pukul tujuh saya bersiap-siap didapur, menata semua bahan untuk membuat chocolate custard cup. Coklat compound Fineza dari Colatta adalah bahan utama bersama tiga butir kuning telur dan susu cair. Karena di materi talk show yang diberikan menyebutkan coklat sedap dimakan begitu saja, iseng saya pun lantas menggigit sepotong dan mengunyahnya. Ternyata rasanya enak, dan tak kalah dengan milk chocolate yang umum disantap sebagai snack. Fineza memiliki rasa lebih creamy, lebih manis dibandingkan coklat compound sejenisnya, tidak ada jejak bitter (pahit), namun tetap mampu meninggalkan rasa coklat yang kuat. Sepertinya jika suatu saat 'ngidam' coklat melanda maka si Fineza ini bisa langsung dikudap. ^_^ Karena warnanya sudah cukup gelap maka saya tidak menambahkan coklat bubuk diresep.
Membuat chocolate custard cup ini sangat mudah, dan it's gluten free! Untuk hasil smooth, dan creamy maka kuning telur dan gula pasir harus dikocok hingga light dan mencapai fase ribbon stage menggunakan mikser. Coklat compound yang telah dilelehkan kemudian ditambahkan dan diaduk. Pada tahap ini adonan terasa mengeras dan cukup membuat khawatir, namun ketika susu panas dituangkan dan diaduk, semua bahan lantas meleleh, berubah menjadi larutan yang lebih encer dan homogen. Custard kemudian dimasukkan ke dalam individual cup ramekin, bisa juga menggunakan alumunium foil, mangkuk kaca tahan panas (Pyrex), atau cup silicone dan dipanggang di oven dengan teknik au bain marie. Apakah custard bisa dikukus? Menurut saya bisa. Ketika mengukusnya, gunakan api sangat kecil dan tidak perlu menggunakan teknik au bain marie, cukup letakkan cup di permukaan saringan kukusan dan kukus perlahan menggunakan api kecil agar custard tidak berlubang dan berpori.
Tahapan paling penting dipembuatan chocolate custard cup ini mungkin pada saat pengadukan. Jangan menggunakan mikser ketika mengaduk adonan coklat + telur dengan susu cair! Karena malas mengganti mikser dengan spatula, maka saya mengocok adonan dengan mikser pada kecepatan paling rendah, hasilnya adalah larutan membentuk busa super heboh di permukaannya, memaksa saya menghabiskan waktu untuk menyendok busa dan membuangnya. Custard seharusnya berakhir dengan permukaan yang smooth dan shiny, bukan berbintik-bintik. Jadi aduklah dengan perlahan, usahakan tidak menciptakan busa atau gelembung udara di permukaan, jika terpaksa ada busa maka buanglah atau pecahkan dengan tusuk gigi/jarum.
Custard adalah produk yang sangat fragile dan memerlukan kehati-hatian dalam pemanggangannya agar menghasilkan tekstur yang lembut, smooth dan creamy. Untuk itu custard perlu dipanggang dengan teknik au bain marie pada suhu 150 - 165'C selama sekitar 30 - 40 menit. Ketika permukaan custard mulai mengeras namun bagian tengahnya masih bergoyang saat loyang sedikit diguncangkan maka hentikan proses pemanggangan. Overbaked akan membuatnya menjadi keras ketika telah dingin dan kehilangan sensasi creamy dan smooth-nya.
Jam telah menunjukkan pukul sembilan pagi ketika custard keluar dari chiller kulkas, segera saya tata di meja dan memulai sesi foto walau sebenarnya saya sudah tak tahan hendak menyendoknya sesegera mungkin. Saat pemotretan selesai, saya segera menghajarnya dengan sendok, dan "Hm.... So, so yummy!" Dalam waktu 5 detik semangkuk chocolate custard amblas masuk ke dalam perut. Menurut saya, Fineza memiliki rasa 'nyoklat' yang kuat, creamy, lebih manis dari coklat compound umumnya (untung saya mengurangi takaran gula di resep), memberikan warna gelap di makanan sehingga tidak perlu menambahkan coklat bubuk, dan memberikan tampilan shiny yang menarik. Walau ingin rasanya menghabiskan dua cup lainnya, tapi saya berhasil menahan diri karena waktunya bersiap-siap menuju ke Menteng.
Minggu siang pukul 10.30 saya meluncur ke D-Lab di Jalan Riau No.1, Menteng. Acara dimulai pada pukul dua belas siang dan berakhir sekitar jam empat sore. Apesnya Jalan Sudirman masih ditutup karena car free day sehingga taksi pun harus berputar melewati Jl. Tendean dan Mampang yang super duper macet, membuat saya 'cukup keringetan' disepanjang perjalanan. Alangkah tidak profesionalnya jika pembicara datang terlambat bukan? Tiba di D-Lab ternyata masih sepi, hanya ada panitia dari Colatta dan beberapa Colavers (sebutan untuk pecinta Colatta) yang sedang mengobrol.
Walau ini adalah pertama kalinya saya hadir dilaunching yang berhubungan dengan produk makanan, namun bukanlah satu-satunya launching yang pernah saya hadiri. Perusahan brokerage dan Bursa Efek Indonesia kerap mengadakan acara-acara serupa, namun harus saya akui Colatta ternyata tidak setengah-setengah ketika meluncurkan produknya. Dekorasi ruangan yang semarak, live music dengan gitar akustik, dan makan siang berupa gudeg komplit membuat acara menjadi meriah dan looks profesional. Belum lagi cooking demo yang dibawakan oleh dua orang Chef, serta bingkisan dan door prize yang menyertai, tentunya membuat Colavers yang hadir merasa dihargai dan diservis semaksimal mungkin. Dari hasil tanya jawab saya dengan beberapa peserta, ternyata untuk bisa menghadiri event tersebut mereka mendaftarkan diri dengan mengisi kuis yang diumumkan melalui Facebook Colatta. Peserta yang berjumlah sekitar 100-an orang bukan hanya berdomisili di Jakarta saja, namun juga datang dari Bekasi dan Bogor. Semua terlihat sangat bersemangat, happy dan fun mengikuti setiap acara yang diberikan.
Sebelum talk show, saya bertemu dengan MC acara tersebut yaitu Mas Julian, dan seorang pembicara lainnya yaitu Mas Tegar dari King Sandwich. Briefing sebentar, dan karena acara sangat padat maka masing-masing pembicara hanya mendapatkan waktu 15 menit saja dan diakhiri sesi tanya jawab singkat. Materi untuk saya lebih banyak seputar blog Just Try & Taste, bagaimana membagi waktu antara kerja dan blogging, serta pendapat pribadi mengenai Fineza. Terus terang lima belas menit bukanlah waktu yang optimal untuk menjelaskan passion saya secara gamblang, namun sisi positifnya saya bisa berkenalan dengan beberapa pembaca JTT dan food blogger lainnya disana.
Masuk sesi tanya jawab, tidak ada satupun pertanyaan yang diajukan ke saya, sepertinya topik blogging bukanlah hal yang menarik minat peserta, atau mungkin karena waktu yang sangat pendek sehingga saya tidak berkesempatan untuk menjelaskan manfaat apa yang diperoleh dari blogging. Bagi peserta yang tidak tahu mengenai Just Try & Taste mungkin beranggapan betapa pucatnya hidup si pemilik blog, sepucat cat tembok, karena waktunya hanya diisi dengan kerja dan ngeblog. Padahal tanpa Just Try & Taste saya tidak mungkin duduk disana mengisi acara talk show tersebut. ^_^ Tapi untungnya peserta SweetToday #3 sangat berminat untuk tahu tips mengembangkan usaha penjualan sandwich dari King Sandwich yang dijelaskan oleh Mas Tegar. Jadi saya duduk manis, mendengarkan sesi tanya jawab tersebut dan sesekali 'ngakak' ketika Mas Julian memberikan komentar-komentarnya yang lucu. Saya akui, sebagai MC, Lukman Julian menguasai acara dan sangat fun!
Acara kemudian dilanjutkan dengan cooking demo. Melihat selebaran print out acara yang diberikan ke peserta tampaknya ada dua atau tiga resep yang akan dicoba dan waktu sudah menunjukkan pukul setengah empat. Sayang sekali karena kondisi tubuh yang kurang fit, saya lantas mengundurkan diri dan tidak mengikuti demo yang dilakukan. Dari komentar yang saya baca di Instagram (yang dibagikan oleh beberapa food blogger yang hadir) sepertinya demo berjalan seru dan mengasyikkan. Kue yang dibuat terlihat lezat dan lumer dimulut!
Overall, sangat menyenangkan menghadiri SweetToday ke-3 dari Colatta, dan merupakan pengalaman seru menjadi pembicara talk show pada acara tersebut. Thanks untuk Colatta dan Mbak Merta atas waktu dan kesempatan yang diberikan, serta bingkisannya sangat bermanfaat bagi saya. Sukses untuk Colatta pada acara-acara berikutnya ya!
Berikut resep dan proses membuat chocolate custard cups yang yummy.
Chocolate Custard Cups
Resep diadaptasikan dari Martha Stewart - Chocolate Custard Cups
Untuk 3 cup ramekin diameter 9 cm dan tinggi 5.5 cm
Tertarik dengan resep sejenis lainnya? Silahkan klik link dibawah ini:
Mousse Coklat Alpukat
Bahan:
- 100 gram dark cooking chocolate (chocolate compound), saya pakai Fineza dari Colatta, dilelehkan
- 3 butir kuning telur
- 2 sendok makan gula pasir
- 1/8 sendok teh garam halus
- 300 ml susu cair full cream
- 5 sendok makan susu kental manis
- 1 sendok teh vanilla extract
Persiapan:
Siapkan loyang yang cukup lebar dan dalam untuk menampung cup ramekin, kita akan memanggang custard dengan teknik au bain marie.
Siapkan 3 buah cup ramekin, saya menggunakan diameter 9 cm dengan tinggi 5.5 cm. Jika menggunakan cup yang lebih pendek mungkin bisa menghasilkan sekitar 5 buah cup. Bisa menggunakan loyang cup lainnya seperti alumunium foil, gelas tahan panas atau cup dari silikon.
Siapkan oven, set disuhu 150'C set di api atas dan bawah, letakkan rak pemanggang di tengah oven.
Siapkan panci, isi dengan air cukup banyak, dan didihkan. Kita memerlukannya untuk merendam ramekin ketika custard dipanggang di oven
Cara membuat:
Siapkan mangkuk tahan panas, masukkan potongan coklat compound. Panaskan coklat dengan cara di tim diatas kompor. Bisa juga dilelehkan di dalam microwave. Gunakan api kecil saja, jaga jangan sampai wadah berisi coklat mengenai air mendidih.
Tips: saya meletakkan sebuah saringan kawat lebar diatas panci berisi air panas, baru kemudian mangkuk berisi coklat diletakkan didalam saringan kawat tersebut.
Aduk-aduk selama coklat ditim hingga lumer, ketika 80% coklat sudah lumer, matikan api kompor dan aduk terus sampai semua coklat meleleh. Sisihkan.
Siapkan mangkuk ukuran sedang, masukkan kuning telur, gula pasir dan garam. Kocok dengan mikser kecepatan rendah hingga tercampur baik. Naikkan kecepatan mikser menjadi tinggi dan kocok hingga telur menjadi mengembang, ringan, berubah warna menjadi pucat dan ribbon stage. Ketika alat pengocok diangkat maka adonan akan jatuh dan meninggalkan jejak dipermukaan. Sisihkan.
Siapkan panci, masukkan susu cair dan susu kental manis, panaskan dengan api kecil dan jaga jangan sampai susu mendidih. Jika susu tampak mulai mengeluarkan uap dan satu atau dua letupan kecil, segera angkat dari kompor, masukkan vanilla extract, aduk rata.
Tuangkan sedikit susu cair diadonan coklat, aduk segera dengan spatula, atau pengocok balon secara perlahan agar tidak membentuk gelembung udara dipermukaan larutan. Tuangkan kembali sisa susu cair dalam beberapa tahapan hingga adonan coklat larut. Saring custard. Buang busa yang terbentuk sebanyak mungkin dengan sendok.
Tuangkan custard ke mangkuk ramekin. Letakkan cup ke loyang yang sudah kita persiapkan. Tuangkan air panas mendidih ke loyang, lakukan dengan hati-hati. Pecahkan gelembung udara yang terbentuk dengan jarum/tusuk gigi. Masukkan loyang berisi cup custard ke oven yang telah dipanaskan. Panggang selama 30 hingga 40 menit atau hingga permukaan custard mulai tampak mengeras namun bagian tengahnya masih bergoyang ketika loyang diguncangkan perlahan.
Keluarkan loyang dari oven. Letakkan cup custard di wadah datar dan masukkan ke kulkas minimal 2 jam hingga custard dingin dan mengeras. Sajikan dengan krim kocok atau disantap begitu saja juga super yummy!
- 1 sendok teh vanilla extract
Persiapan:
Siapkan loyang yang cukup lebar dan dalam untuk menampung cup ramekin, kita akan memanggang custard dengan teknik au bain marie.
Siapkan 3 buah cup ramekin, saya menggunakan diameter 9 cm dengan tinggi 5.5 cm. Jika menggunakan cup yang lebih pendek mungkin bisa menghasilkan sekitar 5 buah cup. Bisa menggunakan loyang cup lainnya seperti alumunium foil, gelas tahan panas atau cup dari silikon.
Siapkan oven, set disuhu 150'C set di api atas dan bawah, letakkan rak pemanggang di tengah oven.
Siapkan panci, isi dengan air cukup banyak, dan didihkan. Kita memerlukannya untuk merendam ramekin ketika custard dipanggang di oven
Cara membuat:
Siapkan mangkuk tahan panas, masukkan potongan coklat compound. Panaskan coklat dengan cara di tim diatas kompor. Bisa juga dilelehkan di dalam microwave. Gunakan api kecil saja, jaga jangan sampai wadah berisi coklat mengenai air mendidih.
Tips: saya meletakkan sebuah saringan kawat lebar diatas panci berisi air panas, baru kemudian mangkuk berisi coklat diletakkan didalam saringan kawat tersebut.
Aduk-aduk selama coklat ditim hingga lumer, ketika 80% coklat sudah lumer, matikan api kompor dan aduk terus sampai semua coklat meleleh. Sisihkan.
Siapkan mangkuk ukuran sedang, masukkan kuning telur, gula pasir dan garam. Kocok dengan mikser kecepatan rendah hingga tercampur baik. Naikkan kecepatan mikser menjadi tinggi dan kocok hingga telur menjadi mengembang, ringan, berubah warna menjadi pucat dan ribbon stage. Ketika alat pengocok diangkat maka adonan akan jatuh dan meninggalkan jejak dipermukaan. Sisihkan.
Siapkan panci, masukkan susu cair dan susu kental manis, panaskan dengan api kecil dan jaga jangan sampai susu mendidih. Jika susu tampak mulai mengeluarkan uap dan satu atau dua letupan kecil, segera angkat dari kompor, masukkan vanilla extract, aduk rata.
Tuangkan sedikit susu cair diadonan coklat, aduk segera dengan spatula, atau pengocok balon secara perlahan agar tidak membentuk gelembung udara dipermukaan larutan. Tuangkan kembali sisa susu cair dalam beberapa tahapan hingga adonan coklat larut. Saring custard. Buang busa yang terbentuk sebanyak mungkin dengan sendok.
Tuangkan custard ke mangkuk ramekin. Letakkan cup ke loyang yang sudah kita persiapkan. Tuangkan air panas mendidih ke loyang, lakukan dengan hati-hati. Pecahkan gelembung udara yang terbentuk dengan jarum/tusuk gigi. Masukkan loyang berisi cup custard ke oven yang telah dipanaskan. Panggang selama 30 hingga 40 menit atau hingga permukaan custard mulai tampak mengeras namun bagian tengahnya masih bergoyang ketika loyang diguncangkan perlahan.
Keluarkan loyang dari oven. Letakkan cup custard di wadah datar dan masukkan ke kulkas minimal 2 jam hingga custard dingin dan mengeras. Sajikan dengan krim kocok atau disantap begitu saja juga super yummy!




Comments
Post a Comment