Resep Puding Sutera Coklat dan Pandan Ekonomis
Dua minggu yang lalu keluarga saya berkumpul semua di Jakarta, kebetulan Ibu datang dari Paron dan kakak saya, Wulan, sedang ada seminar di Jakarta. Di bulan Maret, ada tiga anggota keluarga yang merayakan ulang tahun, kedua adik lelaki saya, Tedy dan Dimas, dan keponakan saya, Kirana. Jadi kami berencana untuk menggabungkan perayaan ulang tahun mereka di satu tanggal yaitu 4 Maret 2017. Sebenarnya tidak ada satupun yang berulangtahun pada tanggal tersebut, namun kami 'paksakan' mereka bertiga duduk di depan sebuah kue ulang tahun, menyanyikan lagu Happy Birthday, dan meniup lilin. Konyol memang, tapi ulang tahun di keluarga saya bukanlah hari yang perlu dirayakan dengan sesuatu yang spesial. Jadi kami melakukannya semata-mata untuk having fun dan tentu saja membuat Kirana yang menginjak usia empat tahun menjadi senang. ^_^
Walau
acara ini bisa disebut 'fake ultah' namun tak afdol jika tidak ada kue
ulang tahun bukan? Tanpa diminta saya langsung menawarkan diri
menyediakan kue ultah dengan ukuran jumbo. "Ngapain bikin kue, repot dan capek. Beli saja, empat ratus ribu sudah dapat kue keren," ujar adik saya, Wiwin, sambil menggelengkan kepala. "Kalau beli kan tidak berkesan. Bikin sendiri walau amburadul tapi dibuat dengan rasa cinta,"
bela saya tak mau kalah. Hingga hari ini saya tak habis pikir dengan
keputusan konyol tersebut, karena sejujurnya, sejujurnya dan
sejujurnya, pendapat Wiwin sangat benar!
Kemampuan
menghias cake ultah saya sangatlah pas-pasan dan tidak ada improvement
sejak tahun 1945 karena saya jarang sekali berlatih mendekor cake.
Terakhir kali cake ultah yang saya buat sekitar tiga tahun lalu dan juga
untuk merayakan ulang tahun Kirana. Kala itu black forrest cake yang
saya buat dengan penuh perjuangan hingga jam 12 malam mengalami musibah
ketika cake jatuh terbalik di dalam mobil dan menghasilkan tampilan bak
daratan yang habis dihantam tsunami. Anda bisa klik cerita dan resepnya
pada link disini. Sebenarnya insiden cake jatuh tersebut ada manfaatnya
juga karena saya bisa membual dengan berkata, "Tadi cakenya cantik
banget! Gara-gara jatuh jadi anchur nih!" Kenyataan yang
sebenarnya sih jauh dari itu. ^_^
Cake
ultah kali ini pun bernasib sama. Masalah dimulai sejak awal adonan
cake dibuat ketika selama tiga puluh menit (tanpa sadar) saya mengocok
telur dan gula dengan beater (kawat pengocok/pengaduk) yang
diperuntukkan buat menggiling adonan roti. Pantas saja hingga mesin
'demam' telur tak kunjung mencapai ribbon stage! Kekacauan berikutnya
adalah semua porsi cream cheese saya masukkan ke dalam adonan cake,
akibatnya hanya tersisa secuil cream cheese untuk frosting. Hasilnya
mudah ditebak, ketika cream cheese dikocok bersama dairy whipping cream,
hasil frosting-nya sangat lembek dan mudah meleleh. Akibatnya frosting
berleleran dimana-mana ketika dioleskan, sama berlelerannya dengan
keringat di jidat saya yang mengalir tanpa henti ketika rasa panik mulai
meraja. Modifikasi darurat dilakukan, margarine dan gula bubuk
ditambahkan untuk membuat teksturnya lebih keras, tidak maksimal tapi
setidaknya tidak menetes seperti lilin yang sedang terbakar.
Cake
kemudian dihias seadanya dengan serutan coklat blok yang hanya tersisa
sebesar telapak tangan, sedangkan cake memiliki ukuran 30 x 30 cm. Tobat
memang tapi itu belum seberapa dibandingkan ketika tidak ada satupun
kotak kue yang muat menampung cake jumbo amburadul ini. Di tengah
kebingungan hendak membawa cake tersebut dengan cara apa, Mba Ayu,
asisten rumah tangga Wiwin, menawarkan dua buah kardus bekas Indomie.
Akhirnya saya pun duduk 'mendeprok' di lantai dapur dan mempermak dua
kardus tersebut menjadi kotak cake. Anda belum pernah melihat cake ultah
terbungkus kardus mie goreng bukan? Ha, saya sudah!
Seperti
tiga tahun lalu, maka tahun ini kami pun berbondong-bondong kembali
datang ke rumah Tedy di Cilebut, perayaan ultah akan dilakukan disana
dan Tedy sudah menyiapkan tumpeng terbuat dari nasi uduk komplit. Kirana
dan Aruna, dua putri Tedy & Diar yang berusia empat dan 1,5 tahun, tadinya
berdiri menyongsong kami di depan pintu, namun setelah melihat rombongan
manusia berukuran extra large yang alamak banyak jumlahnya langsung
menjerit takut, menangis dan 'ngumpet' dibawah meja dapur. Kedua bocah
tersebut baru perlahan muncul ke permukaan ketika cake keluar dari
kardusnya, kedua bola mata jernih mereka melotot melihat cake yang
walau berpenampilan kacau namun berukuran besar. Tidak penting
tampilannya, yang penting ukurannya jumbo! Lilin lantas dinyalakan dan
tiga orang peserta ultah diminta berdiri di dekat kue.
Seakan masalah enggan angkat kaki, accident berikutnya terjadi ketika magic candle yang saya beli tak disangka
mengeluarkan percikan-percikan bunga api mirip seperti kembang api
jadul, Kirana meloncat takut dan berdiri hampir dua meter dari
cake. "Ndang, lilin mu mengerikan banget!" Kata kakak saya dengan
tampang horror. Saya hanya bisa bengong pasrah, tak menyangka magic
candle yang ini benar-benar ajaib. "Ayo lilinnya ditiup!" Teriak kami
bersama-sama ketika lagu Happy Birthday usai dinyanyikan. Kirana yang
berdiri jauh dari lilin meniup sekuat tenaga dan tak satupun lilin
padam, membuat peserta ultah lainnya, ikut maju membantu. Akhirnya
setelah bersusah payah dan menghabiskan
berliter-liter oksigen dan air liur yang bermuncratan, semua lilin pun
berhasil ditaklukkan dan padam. ^_^
Kala
semua lilin disingkirkan dari kue, tak disangka-sangka si kecil Aruna
yang sejak tadi hanya berdiri di dapur dan mengawasi semua tingkah polah
kami dari kejauhan perlahan berjalan ke depan kue dan berdiri disana
dengan pandangan takjub. Di bawah tatapan kami semua yang tertawa geli,
bocah imut ini mencondongkan kepalanya mendekati kue dan
menjulur-julurkan lidahnya seakan hendak menjilat krim yang memenuhi
cake. Satu foto yang diambil kakak saya dan saya hadirkan disini
benar-benar menggambarkan perasaan bocah berusia satu setengah tahun
tersebut. Abaikan cakenya ya! ^_^
Okeh sekarang kita membahas mengenai resep kali ini si puding sutera atau bekennya disebut dengan silky puding karena teksturnya yang memang smooth dan halus selayaknya sutera. Karena saya mengajukan diri membuat cake ultah, maka adik saya, Wiwin, lantas menyumbangkan puding andalannya. "Oke, aku ntar bikin silky puding saja. Resepnya rahasia ya, jadi kalian nanti nggak boleh lihat proses pembuatannya di dapur," umumnya sambil cengar-cengir seakan berahasia. "Wah mantap! Aku belum pernah bikin puding sutera, enak nggak hasilnya?" Tanya saya penasaran. "Enak! Nggak kalah sama puding Puyo," jawabnya beriklan sambil menyebutkan satu merk puding sutera yang sempat beken di Jakarta beberapa waktu lalu. Hm, beberapa bulan tidak bertemu Wiwin ternyata adik saya ini sudah mengembangkan kemampuan memasak yang hebat, pikir saya terkagum-kagum walau ada rasa sedikit curiga. "Eh, jangan-jangan kamu pakai racikan puding sutera yang dijual di Titan ya?" Tebakan saya langsung disambutnya dengan acungan telunjuk di bibir, "Ssst!" ^_^
Well, tebakan saya tidak terlalu meleset, adik saya memang menggunakan aneka perasa puding sutera yang saat ini mudah ditemukan di toko online dan juga toko bahan kue seperti Titan. Jika anda berminat maka beberapa merk yang cukup terkenal seperti Rattu dan Moiaa bisa dicoba, sayangnya harganya lumayan berat di kantong. Namun mengandalkan aneka perasa begitu saja tanpa mengetahui tips dan trik yang benar tidak akan menghasilkan puding yang halus, smooth dan super sutera, jadi mengikuti petunjuk Wiwin yang telah melakukan trial dan error hingga berkali-kali akhirnya saya bisa mencontek resep finalnya dan dengan sedikit modifikasi bisa dibuat versi yang lebih ekonomis. Rasanya tak kalah sedap bahkan layak disandingkan dengan puding-puding serupa yang banyak dijual di luaran.
Jika umumnya puding sutera menggunakan susu kedelai, maka saya hanya menggunakan susu cair biasa. Sale buy 1 get 1 free susu cair di LotteMart sangat menunjang eksperimen ini dan saya memborong berkotak-kotak susu cair plain dan rasa coklat. Kunci sukses puding ini terletak pada takaran bubuk jelly dan susu cair yang digunakan. Terlalu banyak bubuk jelly maka puding menjadi terlalu kenyal. Rumusan adik saya, untuk 1 bungkus agar-agar jelly (saya pakai merk Nutrijell plain) menggunakan 2 liter susu cair dan sekitar 2 1/2 sendok makan tepung maizena. Maizena membuat tekstur puding menjadi lebih smooth.
Nah untuk perasanya, kita bisa menggunakan aneka rasa tapi coklat dan pandan adalah perasa alami yang super mudah ditemukan di rumah. Untuk rasa coklat saya menggunakan susu cair coklat dan sekitar 1 1/2 sendok makan coklat bubuk merk Bensdorp, hasilnya mantap. Sedangkan rasa pandan saya memakai sekitar 15 lembar daun pandan yang saya blender dengan 200 ml susu cair putih, karena hasil akhirnya kurang berwarna kehijauan maka saya tambahkan sekitar 1/2 sendok teh pasta pandan. Anda bisa menggunakan aneka perasa pasta yang banyak dijual ditoko bahan kue seperti green tea, strawberry, mocca, durian dll, sesuaikan dengan selera masing-masing, yang jelas rumusan bubuk jelly dan susu cair tidak dirubah ya.
Tips berikutnya adalah proses perebusan, ini sangat penting karena salah merebus bisa membuat susu pecah dan puding terpisah antara bahan padat dan cairannya. Saya pernah mengalami accident ini ketika membuat sepanci besar puding green tea, walau tetap bisa dimakan dan rasanya enak, namun tampilannya menjadi tidak maksimal. Ketika merebus pertama kali gunakan api sedang sambil puding diaduk-aduk dengan spatula balon atau sendok sayur, saat cairan puding mulai sedikit panas dan uap mulai terbentuk, kecilkan api dan teruskan memasak sambil puding diaduk hingga uap mulai agak banyak terbentuk.
Saya tidak merebusnya hingga mendidih atau muncul letupan, tanda adonan puding yang sudah jadi adalah cairan mulai terlihat mengental, sedikit berat ketika diaduk dibandingkan dengan ketika awal dimasak, dan saat spatula diangkat maka tampak gumpalan kental menempel, atau jika anda menggunakan sendok maka ketika sendok diangkat dan didiamkan beberapa detik di udara maka cairan mulai membentuk lapisan kental di permukaan sendok. Saat itu segera hentikan proses memasak, jangan menunggu hingga muncul letupan di permukaan puding. Tidak perlu khawatir, susu toh sudah matang dan jelly ketika terkena panas yang cukup mampu mengental dan mengeras ketika didinginkan. Karena krusialnya proses ini maka perhatikan dengan seksama ketika proses perebusan, jangan tinggalkan panci, jangan hentikan mengaduk, dan jangan over cooking. Ketika puding sudah jadi, saringlah karena terkadang terbentuk gumpalan-gumpalan yang membuat tampilan puding kurang cantik dan puding siap dimasukkan ke dalam cup-nya.
Satu hal penting, karena puding sutera sangat smooth dan halus dan lembek, maka puding ini bukanlah termasuk jenis yang bisa dipotong-potong selayaknya puding biasa. Kita harus memasukkannya ke dalam gelas-gelas kecil, gelas apapun oke, hanya saja puding sutera umumnya disajikan di cup plastik kecil yang memiliki tutup. Cup khusus puding sutera ini bisa dibeli di online shop atau kalau anda tinggal di Jakarta maka pasar Mayestik dan Jatinegara banyak yang menjualnya. Jangan lupa masukkan puding ke dalam kulkas, karena paling sedap disantap ketika telah dingin. Sendokkan puding dan nikmati sensasi sutera lezat dan manis yang mantap! ^_^
Berikut resep dan prosesnya ya.
Puding Sutera Coklat dan Pandan Ekonomis
Resep diadaptasikan dari adik saya, Wiwin Anggraini
Masing-masing resep menghasilkan 9 cup kecil isi 100 ml
Bahan puding coklat:
- 1 1/2 sendok makan coklat bubuk (saya pakai merk Bensdorp)
- 7 gram bubuk agar-agar jelly tanpa rasa/plain (saya pakai merk Nutrijell)
- 1 sendok makan + 1 sendok teh tepung maizena *)
- 40 gram gula pasir (jika anda menggunakan susu cair putih maka tambahkan porsi gula)
- 1 liter susu cair rasa coklat
Bahan puding pandan:
- 1100 ml susu cair putih**)
- 15 lembar daun pandan, potong setebal 1 cm
- 7 gram bubuk agar-agar jelly tanpa rasa/plain (saya pakai merk Nutrijell)
- 120 gram gula pasir
- 1 sendok makan + 1 sendok teh tepung maizena
- 1/2 sendok teh pasta pandan (optional)
*) untuk hasil maksimal gunakan sendok takar dan ratakan permukaan bahan di sendok ketika mengukur (bukan munjung)
**) puding pandan jumlah takaran susu lebih banyak karena sebagian susu berkurang ketika digunakan untuk memblender daun pandan (gunakan 1 liter susu jika anda menggunakan pasta pandan dan bukan ekstrak pandan asli)
*) untuk hasil maksimal gunakan sendok takar dan ratakan permukaan bahan di sendok ketika mengukur (bukan munjung)
**) puding pandan jumlah takaran susu lebih banyak karena sebagian susu berkurang ketika digunakan untuk memblender daun pandan (gunakan 1 liter susu jika anda menggunakan pasta pandan dan bukan ekstrak pandan asli)
Cara membuat:
Membuat puding sutera rasa coklat
Siapkan panci, masukkan 4 bahan pertama. Jika coklat bubuk dan maizena bergumpal-gumpal maka masukkan dengan cara diayak. Tambahkan sekitar 200 ml susu cair coklat, aduk dengan spatula balon hingga semua bahan menyatu dan tidak bergumpal. Jangan masukkan semua susu sekaligus karena akan menyulitkan semua bahan menyatu saat cairan terlalu banyak.
Jika bahan-bahan sudah larut masukkan sisa susu, dan letakkan panci di atas kompor. Masak puding dengan api sedang, selama proses perebusan aduk-aduk puding dengan spatula. Jika puding mulai terasa panas (bentangkan telapak tangan anda di permukaan puding untuk merasakannya), dan uap mulai terbentuk, kecilkan api.
Lanjutkan merebus hingga larutan terlihat mulai mengental, terasa sedikit berat kala diaduk dan uap panas mulai agak banyak terbentuk. Tes puding dengan mengangkat spatula ke udara, jika terbentuk lapisan puding yang mengental maka segera matikan kompor. Jangan menunggu hingga puding mendidih atau membentuk letupan.
Saring puding, tuangkan ke cup plastik atau gelas dengan menggunakan sendok sayur. Jika terbentuk busa dipermukaan puding, tusuk masing-masing gelembung dengan tusuk gigi (saya tidak melakukannya). Diamkan hingga uap panasnya hilang, tutup cup puding dan simpan di chiller minimal 2 jam hingga puding dingin dan mengeras.
Membuat puding sutera rasa pandan
Masukkan daun pandan ke dalam blender, tuangkan 250 ml susu cair putih. Proses hingga halus dan saring. Sisihkan susu pandan.
Siapkan panci, masukkan bubuk agar-agar jelly, gula dan tepung maizena, tuangkan susu pandan. Aduk dengan spatula balon hingga tercampur baik. Tuangkan sisa susu cair. Aduk rata.
Masak puding dengan api sedang, selama proses perebusan aduk-aduk puding dengan spatula. Jika puding mulai terasa panas (bentangkan telapak tangan anda di permukaan puding untuk merasakannya), dan uap mulai terbentuk, kecilkan api.
Lanjutkan merebus hingga larutan terlihat mulai mengental, terasa sedikit berat kala diaduk dan uap panas mulai agak banyak terbentuk. Tes puding dengan mengangkat spatula ke udara, jika terbentuk lapisan puding yang mengental maka segera matikan kompor. Jangan menunggu hingga puding mendidih atau membentuk letupan.
Saring puding, tuangkan ke cup plastik atau gelas dengan menggunakan sendok sayur. Jika terbentuk busa dipermukaan puding, tusuk masing-masing gelembung dengan tusuk gigi (saya tidak melakukannya). Diamkan hingga uap panasnya hilang, tutup cup puding dan simpan di chiller minimal 2 jam hingga puding dingin dan mengeras. Super yummy!
Membuat puding sutera rasa coklat
Siapkan panci, masukkan 4 bahan pertama. Jika coklat bubuk dan maizena bergumpal-gumpal maka masukkan dengan cara diayak. Tambahkan sekitar 200 ml susu cair coklat, aduk dengan spatula balon hingga semua bahan menyatu dan tidak bergumpal. Jangan masukkan semua susu sekaligus karena akan menyulitkan semua bahan menyatu saat cairan terlalu banyak.
Jika bahan-bahan sudah larut masukkan sisa susu, dan letakkan panci di atas kompor. Masak puding dengan api sedang, selama proses perebusan aduk-aduk puding dengan spatula. Jika puding mulai terasa panas (bentangkan telapak tangan anda di permukaan puding untuk merasakannya), dan uap mulai terbentuk, kecilkan api.
Lanjutkan merebus hingga larutan terlihat mulai mengental, terasa sedikit berat kala diaduk dan uap panas mulai agak banyak terbentuk. Tes puding dengan mengangkat spatula ke udara, jika terbentuk lapisan puding yang mengental maka segera matikan kompor. Jangan menunggu hingga puding mendidih atau membentuk letupan.
Saring puding, tuangkan ke cup plastik atau gelas dengan menggunakan sendok sayur. Jika terbentuk busa dipermukaan puding, tusuk masing-masing gelembung dengan tusuk gigi (saya tidak melakukannya). Diamkan hingga uap panasnya hilang, tutup cup puding dan simpan di chiller minimal 2 jam hingga puding dingin dan mengeras.
Membuat puding sutera rasa pandan
Masukkan daun pandan ke dalam blender, tuangkan 250 ml susu cair putih. Proses hingga halus dan saring. Sisihkan susu pandan.
Siapkan panci, masukkan bubuk agar-agar jelly, gula dan tepung maizena, tuangkan susu pandan. Aduk dengan spatula balon hingga tercampur baik. Tuangkan sisa susu cair. Aduk rata.
Masak puding dengan api sedang, selama proses perebusan aduk-aduk puding dengan spatula. Jika puding mulai terasa panas (bentangkan telapak tangan anda di permukaan puding untuk merasakannya), dan uap mulai terbentuk, kecilkan api.
Lanjutkan merebus hingga larutan terlihat mulai mengental, terasa sedikit berat kala diaduk dan uap panas mulai agak banyak terbentuk. Tes puding dengan mengangkat spatula ke udara, jika terbentuk lapisan puding yang mengental maka segera matikan kompor. Jangan menunggu hingga puding mendidih atau membentuk letupan.
Saring puding, tuangkan ke cup plastik atau gelas dengan menggunakan sendok sayur. Jika terbentuk busa dipermukaan puding, tusuk masing-masing gelembung dengan tusuk gigi (saya tidak melakukannya). Diamkan hingga uap panasnya hilang, tutup cup puding dan simpan di chiller minimal 2 jam hingga puding dingin dan mengeras. Super yummy!

Comments
Post a Comment